Kita dan Kesempatan


Suatu petang aku dibicarakan tentang kesempatan. Aku dikahabarkan kesempatan itu telah pudar dan punah. Tidak pernah lagi wujud yang namanya kesempatan. Kerana ia tidak pernah diambil semasa diberi.

Jesteru, aku termanggu. Benarlah kata manusia itu. Setelah berkali-kali berbuat salah, dan berkali-kali itu juga kesempatan diberi, tapi kesilapan itu masih juga yang sama. Akhirnya tiada lagi kesempatan.

Itulah kehebatan kuasa memberi kesempatan yang ada pada makhluk kepada manusia yang lain. Dhaifnya kita tapi masih mahu berasa diri kita ini gagah. Kecilnya kita tapi masih mahu merasakan kita besar. Jahilnya kita tapi masih ingin disebut sebagai terpelajar.

Namun, aku berfikir lagi. aku masih lagi bernasib baik rupa-rupanya. Kalaulah aku ini tidak diberi kesempatan oleh Tuhanku untuk menebus dosa-dosa aku, apalah nasib aku disana kelak..

Walau setiap hari aku melakukan dosa, Allah masih lagi mahu berikan kesempatan untuk aku, untuk kita, kamu dan dia. Kesempatan untuk kita baiki diri. Kerana setulus manapun kita, setiap hari pasti ada saja perlakuan kita yang mendatangkan dosa dan kemurkaanNya.

Sembahyang saja jarang-jarang on time. Lidah dan pandangan pun susah nak dipelihara dari dosa. Apatah lagi dosa-dosa lain yang kita tidak pun sedar sebenarnya. Namun selagi diberi izin untuk nadi ini berdenyut maka selagi itulah Allah memberi kesempatan kepada kita untuk kembali kepada Dia. Kesempatan untuk melafazkan kata taubat.

Betapa Agungnya Ar-Rahman dan Ar Rahim. Betapa sayangNya Dia kepada kita. Betapa kerdilnya aku sebagai hambaMu ya Allah. Terima kasih jua Ya Allah kerana tanpa cahayaMu aku masih lagi di dunia gelapku. Jangan engkau palingkan aku dariMu setelah Engkau limpahkan cahayaMu kepada Ku. Jangan Engkau kurangi kasih sayangMu pada aku. Berikanlah aku kekuatan dan tunjukkan aku, hambaMu yang berlumur dosa ini ke jalan yang lurus.

Amin.

Moh kita layan lagu ungu,,

Lagu “CahayaMu”
Artis “Ungu”
Kau Bawa Cahaya Di Dalam Hidupku
Disaat ku Membutuhkan
Di Jalanku Yang Tak Terang

Hatiku Bertanya Benarkah ku Tlah Berbakti
Atau ku Saat ini Hanya Sekedar Berjanji

Kau Slalu Ada Saat Jiwaku Tiada
Kau Beri Cinta Terindah
Saat Hidupku Terluka

Tak Terbayangkan Arti Hidupku Tanpa Hadirmu
Kau Hembuskan Harapan Ketika ku Kehilangan

Hanya Pada Mu ku Kembali
Hanya Karma Mu ku Berjanji
Arti Hidup Hanya Untuk Mu
Ya Allah

Atas Izinmu ku Terlahir
Atas Kuasamu Kuberdiri
Iringilah Setiap Langkah ku Ya Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s