Manusia ni pelik


Manusia ni pelik. Tak kaya, tak berdarjat, kerja biasa2 pun pandang orang lain sebelah mata. Yang kaya dan berdarjat apatah lagi apa adanya.

Aku selalu observed macamana orang melayan bangla di station minyak. Gila kerek, nak-nak bangla tu selekeh/selenga. Tapi kadang-kadang ada jugak bangla yang lebih kerek dari kita. maklumla, bangla senior yang dah lama dok Malaysia. Itu tidak dinafikan.

My point is, cara kita memandang mereka. Pandangan yang satu macam. Pandangan yang kita ni lebih mulia dari mereka. Kita lebih hebat dan berpendidikan. Kita lebih kaya dari dia.

Well,… Itulah peliknya manusia. Hina dan mulianya manusia bukan terletak pada paras rupa, kaya dan berharta. Mulianya manusia juga bukan terletak pada tingginya ilmu dunia dan ilmu agama.

Mulianya manusia bila Allah memuliakan mereka.

Sebab tu janganla kita yang merasa hebat dengan ilmu dunia apatah lagi ilmu agama. Cepat sangat memandang rendah pada orang yang kita rasa lebih rendah tarafnya dari kita.

Silap-silap haribulan, time meniti sirat nanti, dia rilek ja sampai sebelah sana, siap melambai2 lagi kat kita. Kita yang dok rasa hebat ni, silap-silap terketar-ketar merangkak tak tau bila nak sampai keseberang sana.

Moralnya: Jauhilah riak. Takut2 nanti Riak ni upgrade kita jadi takabur.

errrr… dalam ibadat pun boleh ter riak, apatah lagi update status facebook.

 

sekian…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s